Sebenarnya DIKTI telah memiliki standar sendiri terkait dengan jurnal internasional. Terbaru dan detail ditemukan dalam Petunjuk Teknis Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Nomor 20 Tahun 2017 Tentang Tunjangan Profesi Dosen Dan Tunjangan Kehormatan Profesor sebabai berikut;Jurnal Internasional adalah jurnal yang memenuhi kriteria sebagai berikut:

  1. Karya ilmiah yang diterbitkan ditulis dengan memenuhi kaidah ilmiah dan etika keilmuan;
  2. Memiliki ISSN;
  3. Ditulis dengan menggunakan bahasa resmi PBB (Arab, Inggris, Perancis, Rusia, Spanyol dan Tiongkok);
  4. Memiliki terbitan versi online;
  5. Dewan Redaksi (Editorial Board) adalah pakar di bidangnya paling sedikit berasal dari 4 (empat) negara;
  6. Artikel ilmiah yang diterbitkan dalam 1 (satu) nomor terbitan paling sedikit  penulisnya berasal dari  2 (dua)  negara;
  7. Jurnal yang diakui sebagai jurnal internasional oleh Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti yang mempunyai indikator:  1). Diterbitkan oleh asosiasi profesi ternama di dunia atau Perguruan Tinggi atau Penerbit (Publisher) kredibel; 2). Terindeks oleh pemeringkat internasional (contoh SJR) atau basis data internasional yang ternama, contoh Index Copernicus International (ICI); 3).  Alamat jurnal dapat ditelusuri daring; 4). Editor Boards dari Jurnal dapat ditelusuri daring dan tidak ada perbedaan antara editor yang tercantum di edisi cetak dan edisi daring;5). Proses review dilakukan dengan baik dan benar; 6). Jumlah artikel setiap penerbitan adalah wajar dan format tampilan setiap terbitan tidak berubah ubah; 7).Tidak pernah ditemukan sebagai jurnal yang tidak bereputasi atau jurnal meragukan oleh Ditjen Dikti/Ditjen Sumber Daya dan Iptek.

Jurnal yang memenuhi kriteria pada butir 3 huruf a sampai g namun mempunyai faktor dampak (impact factor) 0 (nol) atau not available dari ISI Web of Science (Thomson Reuters) atau jurnal terindeks di SCImago Journal and Country Rank dengan Q4 (quartile empat) atau terindeks di Microsoft Academic Search digolongkan sebagai jurnal internasional;

Dari apa yang tertulis dalam pentujuk teknis tersebut, sebenarnya sudah sangat jelas dan mengikat secara hukum standar yang digunakan oleh DIKTI. Namun polemik tentang jurnal predator terus saja terjadi. Menurut penulis salah satunya disebabkan masih ada tulisan di TIM PAK DIKTI  khususnya terkait Questionable Journals.

Keep In Touch

Jakad.id

Yes We Can Do!
lastPrefix:

lastJudul:
lastId:
lastPrefixSub:

lastJudulSub:
lastIdSub:
lastPrefixSubSub:

stateTrigger:

pushState:

openMainForm:

goTopVal: