BusinessNews

JURNAL INTERNASIONAL TIDAK HARUS SCOPUS

Menerbitkan jurnal internasional sudah menjadi kebutuhan dan kewajiban bagi tenaga pendidik di perguruan tinggi. Menerbitkan jurnal internasional memberi keuntungan bagi mereka, selain menambah nilai KUM yang begitu tinggi, jurnal internasional juga sebagai media publikasi penting baik bagi peneliti, dosen maupun Mahasiswa pascasarjana. Tuntutan publikasi yang dilakukan komunitas akademik Perguruan Tinggi memberikan dampak yang cukup besar terhadap kesadaran para dosen pentingnya melakukan kajian, penelitian serta menulis karya ilmiah. Perkembangan karya ilmiah di Indonesia relatif makin baik, terutama sejak diberlakukannya regulasi pemerintah, yang mewajibkan mahasiswa S1, S2 hingga S3 untuk menulis artikel di jurnal ilmiah sebagai salah satu prasyarat kelulusan. Dosen tentunya semakin besar tuntutannya untuk aktif menulis di jurnal ilmiah baik di tingkat nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi. Memang tidak dapat dipungkiri, beberapa dekade ini para akademisi dan peneliti sedang berlomba-lomba untuk mempublkasikan artikel atau hasil penelitiannya di jurnal internasional.

Banyak peniliti, dosen dan mahasiwa yang berlomba-lomba menerbitkan jurnal terindeks scopus.Yang mana scopus sendiri  menyediakan sistem penilaian untuk mengukur apakah sebuah jurnal ilmiah memiliki dampak signifikan atau tidak. Sistem penilaian ini dikenal dengan Scimago Journal Rank (SJR). SJR akan menilai sejauh mana jurnal ilmiah memiliki dampak scientific atau tingkat pengaruh berdasarkan hubungan sitasi oleh jurnal ilmiah lain pada periode tertentu (biasanya 2 tahun). Dengan adanya Scopus, para peneliti bisa mengukur dan menentukan dimana akan menerbitkan jurnal atau artikel ilmiahnya.
Jurnal atau artikel ilmiah yang telah terindeks oleh Scopus telah melalui seleksi yang sangat ketat. Kualitas dan kredibilitas suatu jurnal akan dilihat dan direview secara seksama sebelum diindeks ke dalam basis data Scopus. Oleh karena itu jurnal, prosiding, buku, dan terbitan artikel ilmiah yang telah terindeks oleh Scopus memiliki nilai kredit dan reputasi yang tinggi bagi dosen atau peneliti.
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) menyatakan publikasi jurnal ilmiah internasional tidak harus terindeks Scopus. Publikasi bisa juga dilakukan pada jurnal internasional terindeks lainnya.
“Tidak harus Scopus, tetapi bisa juga JJ Thomson kemudian Copernicus, asalkan jurnalnya berreputasi,” ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemristekdikti Ali Ghufron Mukti di Jakarta (Maret, 2018)
Dia menjelaskan saat ini, jurnal ilmiah internasional dengan tingkatan paling rendah, yakni Q4, masih bisa diterima asalkan masuk dalam kategori jurnal berreputasi. “Kalau jurnalnya tidak ada mengkaji yang ahli di bidangnya, tentunya termasuk dalam kategori jurnal yang tidak berreputasi,” katanya.
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) melakukan revisi mengenai Peraturan Menteri terkait tunjangan kehormatan profesor atau Permenristekdikti Nomor 20 Tahun 2017 tentang Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor. Dalam Permenristekdikti 20/2017 disebutkan bahwa tunjangan kehormatan profesor akan diberikan jika memiliki paling sedikit satu jurnal internasional berreputasi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
Jika tak memenuhi persyaratan maka tunjangan tersebut akan dihentikan sementara. Seharusnya pemberlakuannya diterapkan pada tahun ini, tetapi pemberlakuan pemotongan tunjangan baru diterapkan pada November 2019, sedangkan evaluasi tetap dilakukan secara berkala.
Berdasarkan aplikasi Science and Technology Index (SINTA) Ristekdikti selama tiga tahun terakhir, per akhir 2017 hanya ada 1.551 orang profesor yang publikasinya memenuhi syarat sesuai dengan Permenristekdikti Nomor 20 Tahun 2017. Padahal, jumlah profesor yang sudah mendaftar pada aplikasi SINTA sebanyak 4.200 orang. Untuk lektor kepala, dari 17.133 orang yang mendaftar SINTA, hanya 2.517 orang yang lolos memenuhi syarat publikasi.
Di Jakad Journal, indeks jurnal internasional juga ada beberapa. Terutama indeks DOAJ dan Copernicus yang mana sudah ada kerjasama.
 

Publikasi jurnal internasional? Whatsapp 08816342567

 

Tags
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker