JournalJurnal

Kenali Ciri Utama Jurnal Predator

Jurnal predator adalah jurnal ilmiah dalam jaringan yang membebani biaya kepada orang yang hendak mempublikasikan artikelnya, tapi tanpa layanan yang memadai bila dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan, seperti layanan penelaahan sejawat atau penyuntingan. Jurnal predator ini jurnal palsu yang digunakan untuk mendapatkan uang dengan memanfaatkan model open access. Jurnal tersebut tidak jujur dan tidak transparan dalam pengelolaannya. Umumnya jurnal yang terpercaya adalah yang melalui proses penyuntingan oleh editor atau redaktur dan proses penyuntingan umumnya lebih fokus pada aspek tata bahasa. Oleh karena itu, artikel yang dimuat di jurnal ilmiah dianggap lebih sahih dan dapat dipercaya.

Dalam hal ini ada beberapa ciri utama dari jurnal predator tersebuat, diantaranya:

Durasi Proses Penyuntingan

Dalam proses penyuntingan atau pengelolaan pada jurnal predator ini sangat cepat. Naskah bisa saja diterima dan selesai review dalam waktu kurang dari 5 minggu. Sedangkan jurnal yang terpercaya harus mereview atau menyunting naskah sampai berbulan-bulan, paling sedikit 4 bulan dan paling lama 1 tahun.

Biaya Publikasi Jurnal

Jurnal predator umumnya meminta biaya setelah naskah diterima, jurnal predator ini tidak mencantumkan biaya publikasi di awal ataupun di dalam website mereka. Jurnal predator juga umumnya meminta biaya untuk membatalkan atau menarik artikel yang sudah dipublikasi di jurnal tersebut.

Klaim Palsu

Jurnal predator memuat berbagai klaim palsu, mulai dari impact factor palsu, nama editorial board dicantumkan tanpa sepengetahuan dari individu yang bersangkutan. Anggota editorial board sedikit, namanya tidak teridentifikasi dan hanya berasal dari sedikit negara. editorial board yang keahliannya tidak sesuai dengan lingkupan jurnal tersebut juga harus diwaspadai. Serta nomor ISSN palsu. Jurnal predator ini juga sering kali memuat database palsu, seperti SCOPUS, DOAJ, Medline, Google Scholar, dan lainnya pada menu indeksasinya.

Berikut ada beberapa tips agar terhindar dari jurnal predator yaitu:

  • Memastikan jurnal kredibel atau dapat dipercaya
  • Mewaspadai klaim palsu jurnal, misalnya dengan mengaku-ngaku terindeks DOAJ, SCOPUS, Medline, Google Scholar.
  • Mewaspadai jurnal yang namanya sama atau meniru dengan nama-nama jurnal besar atau terpercaya.
  • Jika ada jurnal yang terdaftar di Jeffrey Beall harus diwaspadai.
  • Memastikan cakupan jurnal sesuai dengan konten artikel yang akan dikumpulkan
  • Ada transparansi terkait biaya publikasi dan proses penyuntingan.
  • Mencari tahu tentang penerbit atau editorial board.
  • Berkonsultasi degan kolega atau pustakawan tentang jurnal yang anda pilih.

Dalam hal ini kita juga harus pintar memilih jurnal internasional dalam mempublikasikan jurnal kita. Jangan sampai jurnal kita masuk dalam kategori predatory journal.

Demikianlah artikel mengenai jurnal predator, semoga bermanfaat untuk ilmuwan, peneliti, civitas akademik baik dosen maupun mahasiswa yang ingin mempublikasikan artikel mereka. Semoga artikel ini bisa menjadikan tambahan pengetahuan dan bahan referensi untuk semua masyarakat.

Terima Kasih.

Sumber: https://www.alomedika.com/mengidentifikasi-dan-menghindari-jurnal-predator

Tags
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker