Untung dalam Menulis Buku Ajar

Sebagai seorang dosen, salah satu tuntutan akademik bidang pengajaran adalah menghasilkan buku ajar. Namun tidak semua dosen memilih untuk berkarya dengan menulis buku. Bila ditilik lebih lanjut, menulis buku memberikan banyak manfaat tidak hanya di bidang akademik namun juga sebagai salah satu bentuk berwirausaha.

Pada panduan penilaian KUM dosen di perguruan tinggi, menulis buku yang kemudian diterbitkan akan mendapatkan penghargaan nilai KUM. Hal ini menunjukkan bahwa dengan menulis buku ajar memang merupakan hasil karya yang layak mendapatkan apresiasi. Sebagai seorang dosen, tentunya memiliki banyak referensi dan pemahaman dari referensi yang dimiliki terutama referensi-referensi mengajarnya. Dengan modal ini dosen seharusnya tidak mengalami kesulitan dalam menulis buku ajar.

Beberapa tips yang dapat dilakukan dalam menulis buku ajar sebagai berikut. Pertama saat membaca buku referensi bahan mengajar, tuliskan pemahaman kita dengan menggunakan bahasa kita sendiri dan bila mengutip maka kita harus ikuti bentuk sitasi yang tepat agar tidak terkena kasus plagiarism.

Tulisan-tulisan kita berdasarkan referensi tersebut menjadi kerangka dasar buku ajar kita. Saat kita mengajar tentu harus membuat contoh kongkret dari suatu materi ajar, pertanyaan-pertanyaan mahasiswa, diskusi kelas, dan kasus-kasus konkret dari lapangan dapat menjadi bahan tulisan buku ajar asal rajin untuk menuliskannya. Jangan lupakan referensi yang berasal dari jurna-jurnal ilmiah atau konferensi yang seringkali menunjukkan perkembangan suatu ilmu. Dengan bekal modal-modal tersebut buku ajar dapat diwujudkan sebagai karya.

Buku yang telah kita tuliskan jangan ragu untuk diterbitkan karena di sanalah letak kemanfaatannya. Beberapa tips yang dapat diberikan untuk menerbitkan buku. Carilah penerbit sesuai dengan segmen buku yang akan diterbitkan. Terdapat penerbit yang fokus menerbitkan buku ilmiah saja, fiksi saja, ataupun keduanya. Perhatikan juga term of condition yang disyaratkan penerbit dan hendaknya naskah yang kita tulis disesuaikan dengan syarat tersebut. Buatlah naskah kita dengan beberapa format sesuai dengan beberapa penerbit. Tujuannya saat naskah kita dinilai belum layak terbit oleh satu penerbit maka kita siap memasukkan penerbit yang lain.

Saat buku diterbitkan, karya kita tersebut menjadi modal wirausaha kita. Penerbit biasanya akan mendistribusikan buku tersebut untuk dipasarkan. Keuntungan yang diterima penulis, penerbit, ataupun distributor harus jelas dan jangan sampai merugikan penulis. Jangan lupa untuk mengurus hak cipta karena itu legitimasi kekayaan intelektualitas kita. Buku yang kita tulis dan telah terbit dapat kita distribusikan secara mandiri dengan jalur distribusi yang kita kreasi sendiri. Paling dekat adalah jalur distribusi ke mahasiswa di mata kuliah yang kita ajar. Namun jangan diwajibkan setiap mahasiswa membeli, bebaskan mahasiswa memilih menggunakan buku referensi tersebut atau tidak.

Buku yang kita tulis dapat juga kita gunakan sebagai suvenir. Apapun yang kita tulis, layak diberikan ke orang lain karena bentuk karya kita dan ada kebanggaan tersendiri ketika orang lain menerima buku dari penulisnya secara langsung. Kenapa buku yang ditulis memiliki kebanggaan tersendiri karena menggambarkan hasil karya kita dan tidak semua orang dapat berbagi pengetahuan lewat buku. Semoga tulisan ini dapat menginspirasi bagi pembaca untuk berkarya dan berwirausaha dengan menulis buku.

Baca juga :
Buku Terdaftar HAKI dan Terindeks Google Scholar
MENULIS BUKU AJAR BAGI DOSEN PEMULA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *