July 17, 2025

Mana yang Lebih Tepat untuk Kenaikan Pangkat Dosen?

Share :

Dalam dunia akademik, dosen memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam mengajar tetapi juga dalam berkarya ilmiah sebagai bentuk kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Salah satu bentuk karya yang dihargai dalam penilaian angka kredit jabatan fungsional (Jabfung) adalah publikasi buku. Namun, tidak semua jenis buku memiliki nilai KUM (angka kredit) yang sama. Buku ajar dan buku referensi menjadi dua jenis yang paling sering dipilih dosen. Lantas, manakah yang lebih tepat untuk mendukung kenaikan pangkat dosen?

Apa Itu Buku Ajar?

Buku ajar adalah buku yang secara khusus ditulis untuk mendukung proses pembelajaran di kelas. Buku ini disusun berdasarkan silabus mata kuliah tertentu, lengkap dengan tujuan pembelajaran, materi pokok, evaluasi, dan bisa disesuaikan dengan karakteristik mahasiswa.

Karakteristik Buku Ajar :

  • Ditulis sesuai dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS)
  • Digunakan dalam pembelajaran internal (institusi penulis)
  • Bahasa mudah dipahami dan komunikatif
  • Mempunyai pendekatan pedagogis, dilengkapi latihan atau soal
  • Diutamakan orisinalitas, tetapi bisa berbasis teori yang sudah ada

Apa Itu Buku Referensi?

Sementara itu, buku referensi adalah buku ilmiah yang membahas secara komprehensif topik atau bidang ilmu tertentu. Buku ini biasanya digunakan sebagai rujukan utama untuk penelitian atau pendalaman materi oleh mahasiswa tingkat akhir, dosen, dan peneliti.

Karakteristik Buku Referensi:

  • Mengandung pembahasan mendalam dan sistematis tentang satu bidang ilmu
  • Ditujukan untuk pembaca yang sudah memiliki pemahaman dasar
  • Menggunakan bahasa ilmiah dan formal
  • Didasarkan pada hasil-hasil penelitian atau teori mutakhir
  • Diterbitkan oleh penerbit akademik yang bereputasi

Baca Selengkapnya : Investasi Jangka Panjang untuk Karier Dosen

Perbedaan Nilai KUM untuk Kenaikan Pangkat

Dalam peraturan Dirjen Dikti atau Kemenristekdikti mengenai penilaian angka kredit, kedua jenis buku ini memiliki bobot yang berbeda. Nilai KUM bisa berbeda tergantung:

  • Jenis buku (ajar atau referensi)
  • Jumlah halaman
  • Peran penulis (penulis tunggal, utama, atau anggota)
  • Penerbit (memiliki ISBN dan bukan penerbit sembarangan)

Secara umum:

  • Buku referensi cenderung memiliki nilai KUM lebih tinggi karena cakupannya yang lebih luas dan kedalamannya secara akademik.
  • Buku ajar sangat relevan untuk dosen yang ingin mengaitkan karya ilmiahnya dengan pengajaran.

Lalu mana yang lebih tepat?

Tergantung pada strategi karier dan kebutuhan jabatan fungsional Anda:

  • Jika Anda ingin mengoptimalkan nilai dari pengalaman mengajar, menulis buku ajar berbasis RPS bisa menjadi pilihan tepat.
  • Namun jika Anda aktif meneliti dan ingin menunjukkan otoritas akademik dalam bidang tertentu, buku referensi akan memberikan kontribusi lebih besar.

Keduanya memiliki keunggulan masing-masing, dan dalam banyak kasus, dosen yang produktif akan menulis keduanya secara bergantian untuk memperkaya portofolio ilmiahnya.

Baik buku ajar maupun buku referensi merupakan karya ilmiah yang diakui dalam penilaian angka kredit untuk kenaikan pangkat dosen. Kuncinya adalah memilih jenis buku yang paling sesuai dengan pengalaman, bidang keahlian, dan strategi pengembangan karier akademik Anda.

Butuhkan bantuan dalam proses penulisan atau penerbitan buku ajar maupun referensi untuk kebutuhan jabatan fungsional, kami siap membantu dari proses awal hingga terbit!

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk follow akun kami, like, dan share kepada teman-teman penulis lainnya! Jika anda ingin cari buku bacaan atau buku referensi untuk pembelajaran, kunjungi sosial media kita di @jakadmediastore atau @jakadmedia. Kami menyediakan jasa publikasi buku, untuk informasi lebih lanjut mengenai paket terbaru kami dan informasi lainnya hubungi 081230444797. Ikuti terus @JakadMedia untuk tips menulis dan publikasi lainnya yang tak kalah menarik. Selamat berkarya dan meraih sukses!

Leave Your Comment