7 Jenis Plot Twist Yang Wajib Penulis Ketahui

Share :

 

7 Jenis Plot Twist yang Wajib Penulis Ketahui

Pernahkah sobat Jakad membaca sebuah cerita dengan plot twist yang diluar ekspektasi. Dalam dunia sastra dan seni naratif, pemahaman konsep plot twist berperan penting dalam mengapresiasi dan menganalisis karya-karya kreatif. Lalu apa arti plot twist itu?

Plot twist adalah elemen kreatif dalam sebuah cerita yang memperkenalkan perubahan mendalam atau pembalikan yang tidak terduga terhadap alur cerita. Dengan memahami kehadiran dan signifikansi plot twist, sobat Jakad dapat memperdalam apresiasi terhadap kompleksitas cerita serta mengenali keterampilan penulis dalam memanipulasi ekspektasi pembaca secara efektif. Berikut adalah beberapa macam plot twist yang sering digunakan dalam sebuah cerita:

1. Anagnorisis atau Pengungkapan:

Momen di mana karakter atau pembaca menemukan atau menyadari suatu kebenaran penting yang sebelumnya tersembunyi.

Contoh: Karakter utama menemukan identitas sebenarnya dari musuhnya yang selama ini disembunyikan.

2. Unreliable Narrator:

Narator yang tidak dapat diandalkan karena memiliki perspektif atau penilaian yang bias atau informasi yang terbatas.

Contoh: Narator yang menceritakan cerita dengan cara yang menyesatkan atau menyembunyikan informasi penting.

3. Red Herring:

Informasi palsu atau petunjuk yang disajikan untuk menyesatkan pembaca, sering kali digunakan untuk mengalihkan perhatian dari kenyataan.

Contoh: Karakter yang tampaknya bersalah, tetapi kemudian ternyata tidak terlibat dalam kejadian utama.

4. Peripeteia:

Pembalikan tiba-tiba dalam nasib atau situasi karakter, sering kali dari keberuntungan menjadi malapetaka atau sebaliknya.

Contoh: Karakter yang sebelumnya sukses tiba-tiba mengalami kegagalan besar.

5. Deus Ex Machina:

Penyelesaian tiba-tiba atau kehadiran karakter atau kejadian yang secara ajaib memecahkan konflik tanpa perlu penyelesaian yang jelas atau dikembangkan.

Contoh: Munculnya karakter atau kekuatan supernatural yang secara tiba-tiba menyelamatkan situasi tanpa penjelasan yang memadai.

6. Chekhov’s Gun:

Prinsip bahwa setiap elemen dalam cerita harus memiliki tujuan atau relevansi, dan jika suatu objek diperkenalkan, itu harus digunakan nantinya.

Contoh: Sebuah senjata yang diperlihatkan di awal cerita, dan kemudian digunakan penting dalam perkembangan selanjutnya.

7. Fake Protagonist:

Karakter yang awalnya terlihat sebagai tokoh utama, tetapi kemudian digantikan oleh karakter lain yang menjadi fokus utama cerita.

Contoh: Karakter yang tampaknya menjadi protagonis, tetapi kemudian meninggal atau menghilang, dan fokus cerita bergeser pada karakter lain.

Masing-masing tipe plot twist ini dapat memberikan dimensi baru pada cerita dan membuat pembaca terus terlibat dengan perkembangan yang tidak terduga.

Baca juga : Kenapa Judul Harus Menarik?

Jika kamu ingin cari buku bacaan atau buku referensi untuk pembelajaran, kunjungi sosial media kita di @jakadmediastore atau @jakadmedia. Kami menyediakan jasa publikasi buku, untuk informasi lebih lanjut mengenai paket terbaru kami dan informasi lainnya hubungi 081230444797

Penulis: jazijzn

Leave Your Comment

Subscribe

Subscribe us for Amazing Updates and News about Elementor.